serangan israel ke palestina. ©REUTERS
Berita Terkait
Merdeka.com - Seorang
politikus pro-Israel terkenal blak-blakan telah menimbulkan kemarahan
di seluruh Perancis hari ini setelah membandingkan mayat anak Palestina
dengan daging halal.
Jacques Renaud, wakil wali kota Montreuil-Juigne dari Partai
Persatuan Gerakan Masyarakat (UMP), menggambarkan pembunuhan anak-anak
di Jalur Gaza mirip dengan hewan yang disembelih menurut ritual Islam,
seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (24/7).
Komentar Renaud datang di saat ribuan orang siap-siap untuk turun ke
jalan di Paris dalam sebuah demonstrasi pro-Palestina, di mana banyak
orang khawatir ini akan mengarah pada kekerasan.
Kelompok-kelompok Yahudi menuduh kelompok anti-Semitisme membajak
demonstrasi, sementara ribuan warga muslim turut ambil bagian mengatakan
mereka merasa tidak adil dicap sebagai ekstremis.
Renaud, 66 tahun, yang juga seorang pengusaha sukses, menulis di
Twitter: 'Dukungan besar kepada semua penyerangan dilakukan Yahudi
Prancis, kita berada di abad ke-21, sedikit kemanusiaan dan kesopanan
akan diterima'.
Seorang kritikan menanggapi kicauan Renaud dengan mengunggah gambar
anak Palestina yang tewa, mengacu pada tentara Israel yang telah
membunuh lebih dari 200 anak-anak selama serangan terhadap Gaza.
Menanggapi gambar itu, Renaud menjawab: "Ini daging halal, saya kira".
Halal adalah bahasa Arab yang artinya diperbolehkan, mengacu pada
makanan yang mengikuti hukum Islam, sebagaimana didefinisikan dalam
Alquran.
Daging halal merupakan masalah besar di Prancis, di mana lima juta
komunitas Muslim ditambah secara teratur mengeluh tentang upaya
pemerintah untuk melarang itu.
Renaud adalah pendukung kuat Israel dan kerap berkicau di Twitter untuk menyerang Hamas, otoritas yang berkuasa di Gaza.
Stephane Piednoir, wali kota Montreuil-Juigne dari UMP, sedang
berlibur sehingga tidak bisa merespon kata-kata wakilnya itu. Namun
seorang juru bicara mengatakan akan ada 'konsekuensi serius' jika
komentar Renaud ternyata benar. Sementara Renaud tidak tersedia untuk
komentar.
Sebuah aksi demonstrasi pro-Palestina yang sebelumnya dilarang
berakhir dengan kekerasan pada Sabtu kemarin, dan pada Ahad sebuah
sinagog di pinggiran utara Paris diancam oleh segerombolan perusuh.
Meskipun muncul kekerasan jalanan, Menteri Dalam Negeri Prancis
Bernard Cazeneuve mengatakan protes digelar malam ini bisa dilakukan,
dengan keamanan ditingkatkan di seluruh ibu kota.
"Saya telah memberikan perintah khusus kepada pasukan keamanan
sehingga mereka dapat dengan cepat melakukan intervensi jika ada
tindakan anti-Semitisme," ujar Cazeneuve.
Teriakan-teriakan anti-Semitisme dilarang di bawah hukum pidana
Prancis dan, sampai saat ini, belum ada bukti apapun telah digunakan
para demonstran.
KUMPULAN BERITA
# Agresi Israel# Israel# Konflik Palestina Israel# Palestina# Palestina Merdeka# Pray For Gaza
# Agresi Israel# Israel# Konflik Palestina Israel# Palestina# Palestina Merdeka# Pray For Gaza

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Ninggalin Comen Ya Sob !!!