Jumat, 25 Juli 2014

Politikus Prancis bandingkan anak Palestina dengan daging halal


Reporter : Vincent Asido Panggabean | Kamis, 24 Juli 2014 22:0


Politikus Prancis bandingkan anak Palestina dengan daging halal
serangan israel ke palestina. ©REUTERS


Merdeka.com - Seorang politikus pro-Israel terkenal blak-blakan telah menimbulkan kemarahan di seluruh Perancis hari ini setelah membandingkan mayat anak Palestina dengan daging halal.
Jacques Renaud, wakil wali kota Montreuil-Juigne dari Partai Persatuan Gerakan Masyarakat (UMP), menggambarkan pembunuhan anak-anak di Jalur Gaza mirip dengan hewan yang disembelih menurut ritual Islam, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (24/7).
Komentar Renaud datang di saat ribuan orang siap-siap untuk turun ke jalan di Paris dalam sebuah demonstrasi pro-Palestina, di mana banyak orang khawatir ini akan mengarah pada kekerasan.
Kelompok-kelompok Yahudi menuduh kelompok anti-Semitisme membajak demonstrasi, sementara ribuan warga muslim turut ambil bagian mengatakan mereka merasa tidak adil dicap sebagai ekstremis.
Renaud, 66 tahun, yang juga seorang pengusaha sukses, menulis di Twitter: 'Dukungan besar kepada semua penyerangan dilakukan Yahudi Prancis, kita berada di abad ke-21, sedikit kemanusiaan dan kesopanan akan diterima'.
Seorang kritikan menanggapi kicauan Renaud dengan mengunggah gambar anak Palestina yang tewa, mengacu pada tentara Israel yang telah membunuh lebih dari 200 anak-anak selama serangan terhadap Gaza.
Menanggapi gambar itu, Renaud menjawab: "Ini daging halal, saya kira".
Halal adalah bahasa Arab yang artinya diperbolehkan, mengacu pada makanan yang mengikuti hukum Islam, sebagaimana didefinisikan dalam Alquran.
Daging halal merupakan masalah besar di Prancis, di mana lima juta komunitas Muslim ditambah secara teratur mengeluh tentang upaya pemerintah untuk melarang itu.
Renaud adalah pendukung kuat Israel dan kerap berkicau di Twitter untuk menyerang Hamas, otoritas yang berkuasa di Gaza.
Stephane Piednoir, wali kota Montreuil-Juigne dari UMP, sedang berlibur sehingga tidak bisa merespon kata-kata wakilnya itu. Namun seorang juru bicara mengatakan akan ada 'konsekuensi serius' jika komentar Renaud ternyata benar. Sementara Renaud tidak tersedia untuk komentar.
Sebuah aksi demonstrasi pro-Palestina yang sebelumnya dilarang berakhir dengan kekerasan pada Sabtu kemarin, dan pada Ahad sebuah sinagog di pinggiran utara Paris diancam oleh segerombolan perusuh.
Meskipun muncul kekerasan jalanan, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan protes digelar malam ini bisa dilakukan, dengan keamanan ditingkatkan di seluruh ibu kota.
"Saya telah memberikan perintah khusus kepada pasukan keamanan sehingga mereka dapat dengan cepat melakukan intervensi jika ada tindakan anti-Semitisme," ujar Cazeneuve.
Teriakan-teriakan anti-Semitisme dilarang di bawah hukum pidana Prancis dan, sampai saat ini, belum ada bukti apapun telah digunakan para demonstran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Ninggalin Comen Ya Sob !!!

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Like