Bait Puisi Untuk Gaza


BAIT PUISI UNTUK GAZA

Ya Rabbi...
tak akan pupus dari ingatanku..
saat saudaraku terbujur kaku,terdiam,dan merasa bisu

Ya Rabbi...
tak akan pernah hilang dari benakku..
saat ribuan malaikat turun menjemput mereka di negeri sejuta syuhada

Ya Rabbi...
tak akan pudar dalam pandanganku
saat bidadari berbaris menyambut wajah putih nan asri

negeri itu masih penuh darah
namun dunia ini pun masih bungkam layaknya sungai yang suram,
bisu layaknya nisan kuburan yang semu,
sunyi sunyi seperti nyanyian yang tak keluar dari hati

ribuan doa telah terpancar
jutaan tangan telah tertengadah beribu harapan

namun apa yang terjadi ya Rabbi..
negeri poros setan itu terus meluluh lantahkan bayi-bayi itu,
mayat-mayat itu..
terus bertambah dan bertambah bergelimpangan

entah berapa banyak lagi darah ini harus mengalir di negeri para Nabi,
entah berapa banyak anak-anak dan bayi-bayi itu terpaku kehilangan ayah dan ibu

entah berapa banyak lagi tatapan dunia harus tertuju
hingga kalimahmu terhujam..
takbirmu menggema..
tasbihmu menggelora..
berkumandang di bumi merdeka Palestina..
http://danipermanalc.blogspot.com/2009/01/bait-puisi-untuk-gaza.html

Puisi ini di buat untuk warga Gaza di Palestina. dimana terjadi konflik antara Hamas dan Zionis Israel Laknatullah. Semoga penderitaanrakyat Palestina dapat berhenti. Hancurkan Israel...!!!

Hari-Hari Palestina
oleh Nurfadillah Sabillah Zhulfa


Ini bukan tentang aku yang setiap saat bisa tersenyum
Ini bukan tentang engkau yang masih bisa menikmati hari-hari dengan tenang
Ini bukan pula tentang dia yang duduk asyik berhitung lembar-lembar keuntungan
Dan ini bukan tentang kita yang mampu berjalan menelusuri keramaian karena...

Hari ini berbicara tentang Palestina yang bersimbah darah di bawah langit kelam
Hari ini mengungkap banyak cerita tentang Palestina yang merayap diatas luapan air mata
Hari ini kembali beribu bibir berdoa untuk palestina yang berdiri layu di atas kebiadaban Israel Laknatullah
Dan hari ini ratapan hati terngiang dengan jelas berucap kalimat-kalimat kesedihan

Senyum tak lagi saling bertutur
Untuk sebuah harap di tanah kemerdekaan...
Tangis serta merta menghiasi setiap sudut jalur Gaja...
Entah akankah esok masih melihat Palestina seperti hari ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Ninggalin Comen Ya Sob !!!

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sahabat Like