Khalid Misyaal. Reuters.dok ©2012 Merdeka.com
Berita Terkait
"Kami menolak hari ini dan akan menolak di masa depan," kata Misyaal kepada wartawan, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Kamis (24/7).
Dia menjelaskan tidak ada gencatan senjata sebelum ada perundingan mengenai tuntutan Hamas, yang mencakup pencabutan bertahun-tahun blokade terhadap daerah kantong Palestina itu.
Pencabutan blokade sudah berlaku delapan tahun itu adalah permintaan utama Hamas yang juga ingin adanya pembukaan perbatasan Rafah dengan Mesir dan pembebasan para tahanan Palestina oleh Israel.
Saat seruan internasional untuk mengakhiri pertempuran di Gaza bermunculan, Misyaal bersikeras gerakan Islam Hamas menyambut semua upaya untuk mengakhiri agresi dan tidak keberatan untuk mediasi oleh pihak manapun, termasuk Mesir.
"Kami tidak akan menerima prakarsa yang tidak mencabut blokade pada rakyat kami dan yang tidak menghormati pengorbanan mereka," ujar Misyaal.
Baca juga:
Perangi Hamas demi gas
Hacker serang website Indonesia karena peduli warga Jalur Gaza
Jumlah korban jiwa di Gaza bertambah jadi 701 orang
Ahmad Yusuf: Hamas telah bunuh lebih dari 52 tentara Israel
Hamas tembak jet tempur F-16 Israel di Jalur Gaza
KUMPULAN BERITA
# Agresi Israel# Hamas# Israel# Konflik Palestina Israel# Palestina# Palestina Merdeka# Perang Gaza# Pray For Gaza
# Agresi Israel# Hamas# Israel# Konflik Palestina Israel# Palestina# Palestina Merdeka# Perang Gaza# Pray For Gaza

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Ninggalin Comen Ya Sob !!!